lebih dekat yellow wall ultras dortmund

Borussia Dortmund atau yang akrab disebut BVB bukan hanya sebuah klub sepak bola Jerman dengan tradisi panjang, melainkan juga simbol kebanggaan kota Dortmund dan kawasan Ruhr. Salah satu alasan mengapa klub ini begitu melegenda di Eropa bukan semata karena prestasi di lapangan, melainkan karena dukungan tanpa henti dari para pendukungnya. Ultras Dortmund adalah denyut nadi yang menjaga atmosfer Signal Iduna Park tetap hidup. Mereka mengubah stadion menjadi lautan kuning yang bergemuruh, menjadikannya salah satu pengalaman sepak bola paling autentik di dunia.

Mengenal The Yellow Wall, Suporter Paling Totalitas Jerman | IDN Times

Artikel ini akan mengulas secara rinci sejarah, kelompok utama, identitas, nilai-nilai, hingga kontroversi seputar Ultras Dortmund
dengan fokus pada peran Yellow Wall sebagai jantung kehidupan suporter BVB.
Gerakan suporter fanatik di Jerman mulai muncul pada 1970-an, saat pengaruh kultur hooligan Inggris dan ultras Italia mulai terasa. Di Dortmund, awalnya hanya berupa kelompok suporter biasa yang setia mengikuti klub. Namun pada akhir 1980-an hingga 1990-an, gaya ultras mulai diadopsi oleh fans muda, khususnya dalam hal nyanyian kolektif, penggunaan koreografi, dan solidaritas antaranggota.
Seiring waktu, kelompok-kelompok ultras terbentuk. The Unity, salah satu kelompok ultras paling berpengaruh di Dortmund, lahir pada 2001 dan menjadi motor penggerak atmosfer di tribun selatan. Selain itu, kelompok seperti Desperados Dortmund dan Junges Borussen (Jubos) ikut menambah warna. Masing-masing punya gaya sendiri, namun semuanya sama-sama berakar pada prinsip mendukung BVB sepenuh hati.
Jika berbicara Ultras Dortmund, sulit memisahkannya dari Südtribüne atau Tribun Selatan di Signal Iduna Park. Bagian ini dikenal dunia dengan sebutan Yellow Wall—“Dinding Kuning”.
Dengan kapasitas lebih dari 25.000 penonton berdiri, Yellow Wall menjadi tribun berdiri terbesar di Eropa. Bagi fans Dortmund, berdiri di Yellow Wall bukan sekadar menonton bola, melainkan ritual kebersamaan. Suporter bernyanyi selama 90 menit, melambaikan bendera raksasa, dan menciptakan gelombang suara yang mengguncang stadion. Lawan kerap merasa terintimidasi oleh atmosfer yang begitu padat, seakan ada dinding manusia yang menghalangi mereka.
Yellow Wall juga menjadi medium untuk menampilkan koreografi (tifo) yang terkenal megah. Dari potret legenda klub, adegan kartun ikonik, hingga pesan politik, semua dieksekusi dengan presisi. Banyak tifografi Dortmund dianggap karya seni yang setara dengan yang dilakukan ultras Italia.
Kelompok-Kelompok Ultras Dortmund
The Unity
Didirikan pada tahun 2001, kelompok ini menjadi representasi utama ultras di Dortmund. Mereka dikenal disiplin dalam membuat koreografi, memimpin chant, dan menjaga semangat di Südtribüne.
Desperados Dortmund
Kelompok yang lebih keras dan kontroversial. Mereka pernah dikaitkan dengan insiden kekerasan serta bentrokan dengan polisi maupun rival, khususnya suporter Schalke 04. Karena reputasinya, kelompok ini sempat diawasi ketat oleh pihak keamanan.
Junges Borussen (Jubos)
Kelompok ultras muda yang lebih santai, aktif di bidang kreatif dan sosial. Mereka banyak berkontribusi dalam pembuatan spanduk, tifo, dan kampanye sosial.
Selain itu, ada pula ribuan anggota klub suporter resmi BVB di seluruh dunia. Meski bukan bagian dari ultras, mereka tetap berperan penting dalam menjaga basis massa klub.
Ultras Dortmund berdiri di atas sejumlah nilai yang mereka junjung tinggi:
Loyalitas tanpa syarat : Mereka hadir mendukung tim, baik saat Dortmund berjaya (juara Bundesliga 2011 & 2012) maupun saat terpuruk (hampir bangkrut awal 2000-an).
Anti-komersialisasi : Ultras Dortmund sangat vokal menolak kenaikan harga tiket, jadwal kickoff yang ditentukan demi TV, dan dominasi uang dalam sepak bola modern. Mereka pernah menggelar aksi protes dengan meninggalkan tribun atau mengibarkan spanduk besar menentang “football without fans is nothing”.
Solidaritas sosial : Di luar stadion, mereka aktif dalam penggalangan dana untuk korban bencana, mendukung komunitas lokal Ruhr, hingga aksi amal bagi pengungsi.
Anti-rasisme dan inklusif : Dortmund berada di kawasan industri yang multikultural. Ultras aktif mengampanyekan penolakan terhadap rasisme, diskriminasi, dan kelompok ekstremis.
tentang Ultras Dortmund : Jumlah penonton terbesar di Eropa: rata-rata kehadiran lebih dari 80.000 penonton per laga di Signal Iduna Park.
Tribun berdiri terbesar di dunia: Südtribüne dengan kapasitas 25.000 lebih orang.
Koreografi spektakuler: Tifo Dortmund kerap menjadi sorotan media internasional, termasuk koreografi raksasa bergambar seluruh stadion.
Atmosfer yang menggetarkan: Pemain lawan sering mengaku sulit fokus saat berhadapan dengan Yellow Wall.
Fans global: Meski ultras identik dengan kultur lokal, basis fans Dortmund kini meluas ke seluruh dunia, termasuk Asia dan Amerika.
Meski membawa kebanggaan, Ultras Dortmund tak lepas dari kontroversi : Bentrokan dengan Schalke 04 dalam Revierderby menjadi salah satu rivalitas paling panas di Jerman
Kelompok Desperados sering dikaitkan dengan hooliganisme dan dilarang membawa atribut tertentu ke stadion.
Pada beberapa kesempatan, ada insiden pelemparan flare atau petasan yang membuat klub mendapat denda dari DFB (Federasi Sepak Bola Jerman).
Namun mayoritas Ultras Dortmund menolak kekerasan dan berusaha menjaga reputasi positif. Klub juga berperan aktif dengan membina dialog bersama kelompok suporter.

Foto : 10 Klub Sepak Bola Paling Berkelanjutan 2024, Dortmund Nomor Wahid  Halaman 1

baca juga : Gelombang Demo PBB di pelosok negara konoha
baca juga : HUT 80 tercoreng KEPUTUSAN PENGADILAN NEGERI KONOHA
baca juga: Bumn Bumd Kena ulti R1 prabowo Sampai ngeKill Tantiem

Ultras Dortmund adalah contoh bagaimana suporter menjadi bagian integral dari identitas klub. Mereka bukan sekadar penggemar, melainkan penjaga tradisi, penggerak atmosfer, sekaligus suara kritis terhadap arah sepak bola modern.
Yellow Wall berdiri sebagai simbol loyalitas tanpa batas: dinding manusia berwarna kuning yang terus menggetarkan dunia sepak bola. Di Dortmund, benar adanya ungkapan: “Sepak bola tanpa fans hanyalah permainan kosong”. Dan di antara semua fans, ultras adalah mereka yang memastikan denyut nadi BVB tetap hidup di setiap detik pertandingan

Mengenal The Yellow Wall, Suporter Paling Totalitas Jerman | IDN Times

http://www.bethluthchurch.org

Search

Popular Posts

  • Firman Tuhan Kuatkan Jiwa Saat Cobaan Datang 2026
    Firman Tuhan Kuatkan Jiwa Saat Cobaan Datang 2026

    Firman Tuhan kuatkan jiwa saat cobaan datang menjadi kebutuhan mendesak di tengah tekanan hidup yang meningkat. Berdasarkan Asia Care Survey 2024 yang melibatkan lebih dari 1.000 responden Indonesia, 56% mengalami stres dan burnout, sementara 42,6% mengkhawatirkan gangguan tidur. Data Kementerian Kesehatan RI dari Survei Kesehatan Nasional 2023 juga mencatat bahwa 2% penduduk Indonesia berusia 15…

  • Moderasi Beragama di Platform Digital 2025: Panduan Lengkap untuk Gen Z
    Moderasi Beragama di Platform Digital 2025: Panduan Lengkap untuk Gen Z

    Moderasi beragama di platform digital bangun toleransi 2025 menjadi kunci penting dalam menjaga keharmonisan di tengah maraknya konten religius online. Berdasarkan Survei Indeks Moderasi Beragama (IMB) yang dilaksanakan Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama RI pada September 2025, Indonesia tengah memotret tingkat moderasi beragama di berbagai kota dan kabupaten untuk…

  • Tren Neo Hijrah Gen Z 2025: Dari Hedon ke Religius di Instagram & TikTok
    Tren Neo Hijrah Gen Z 2025: Dari Hedon ke Religius di Instagram & TikTok

    Tren Neo Hijrah Gen Z 2025 Dari Hedon ke Religius Instagram TikTok menjadi fenomena terukur di Indonesia. Indonesia pada April 2022 menempati peringkat kedua pengguna TikTok setelah Amerika Serikat dengan jumlah pengguna bulanan sebanyak 112,97 juta, menjadikan platform ini arena utama transformasi spiritual generasi muda. Data faktual menunjukkan perubahan signifikan: 78% remaja Muslim usia 15–22…