Tren Neo Hijrah Gen Z 2025: Dari Hedon ke Religius di Instagram & TikTok

Tren Neo Hijrah Gen Z 2025 Dari Hedon ke Religius Instagram TikTok menjadi fenomena terukur di Indonesia. Indonesia pada April 2022 menempati peringkat kedua pengguna TikTok setelah Amerika Serikat dengan jumlah pengguna bulanan sebanyak 112,97 juta, menjadikan platform ini arena utama transformasi spiritual generasi muda.

Data faktual menunjukkan perubahan signifikan: 78% remaja Muslim usia 15–22 tahun di kota-kota besar Indonesia mengakses media sosial untuk mendapatkan konten keagamaan setidaknya dua kali seminggu. Platform dominan adalah YouTube (69%), Instagram (61%), dan TikTok (52%). Yang mengejutkan: 45% responden menyatakan bahwa media sosial lebih mempengaruhi pandangan keagamaannya dibanding guru agama di sekolah.

64% Pengguna Internet Indonesia Akses Konten Religius di Media Sosial

Tren Neo Hijrah Gen Z 2025: Dari Hedon ke Religius di Instagram & TikTok

Tren Neo Hijrah Gen Z 2025 Dari Hedon ke Religius Instagram TikTok didukung data konkret yang terverifikasi. Survei dari Lembaga Survei Indonesia pada tahun 2022 menunjukkan bahwa sekitar 64% responden yang aktif menggunakan internet mengaku pernah mengakses konten keagamaan melalui media sosial.

Lebih detail lagi, survei yang dilakukan oleh Ahmad Hidayat (2021) menunjukkan bahwa 78% remaja Muslim usia 15–22 tahun di kota-kota besar Indonesia mengakses media sosial untuk mendapatkan konten keagamaan setidaknya dua kali seminggu. Ini bukan konsumsi sporadis, melainkan kebiasaan rutin yang membentuk pandangan keagamaan mereka.

Penelitian tentang dakwah TikTok terhadap tingkat religiusitas mahasiswa UPI menunjukkan bahwa TikTok merupakan platform yang sangat populer di kalangan mahasiswa dengan frekuensi dan durasi penggunaan yang tinggi. Mahasiswa tidak hanya menggunakan TikTok untuk hiburan semata, tetapi TikTok juga dimanfaatkan untuk pengembangan diri.

Temuan paling mencengangkan: 45% responden menyatakan bahwa media sosial lebih mempengaruhi pandangan keagamaannya dibanding guru agama di sekolah. Ini adalah pergeseran otoritas keagamaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Guru agama tradisional kehilangan pengaruh kepada creator TikTok dan influencer Instagram dalam membentuk pemahaman keagamaan generasi Z.

Fakta Penting: Konten dakwah di TikTok sering dijumpai oleh pengguna, dengan topik utama seperti kehidupan sehari-hari dalam Islam, motivasi ibadah, dan pengingat akhirat. Mayoritas pengguna merasa konten dakwah di TikTok berpengaruh positif terhadap pemahaman, praktik, dan sikap keagamaan mereka.

Platform seperti bethluthchurch.org juga mencatat fenomena serupa di komunitas Kristen, dimana media sosial menjadi medium utama penyebaran nilai-nilai rohani kepada generasi muda.

61% Gen Z Alami Mood Swings: Mental Health Crisis Dorong Pencarian Spiritual

Tren Neo Hijrah Gen Z 2025: Dari Hedon ke Religius di Instagram & TikTok

Tren Neo Hijrah Gen Z 2025 Dari Hedon ke Religius Instagram TikTok tidak bisa dilepaskan dari krisis kesehatan mental yang menghantam generasi ini. Laporan Jakpat mengungkap kondisi kesehatan mental yang dialami Gen Z Indonesia dalam enam bulan terakhir berdasarkan survei 2024, dengan mood swings mempengaruhi 61% responden Gen Z.

Angka lengkapnya mengkhawatirkan: gangguan tidur dialami oleh 54%, masalah kontrol impuls mempengaruhi 38% responden, kecemasan juga menonjol mempengaruhi 37% responden, trauma dilaporkan oleh 29% Gen Z, diikuti post-traumatic stress disorder (PTSD) sebesar 24%, dan obsessive-compulsive disorder (OCD) dilaporkan oleh 19% responden.

Studi lain mengungkapkan laporan dari Asosiasi Psikologi Indonesia, sekitar 72% Gen Z melaporkan mengalami tingkat kecemasan yang tinggi, terutama terkait dengan masa depan dan tekanan akademis. Dalam kondisi ini, banyak yang menemukan solusi melalui spiritualitas dan religiusitas.

Lebih mengejutkan lagi, gangguan PTSD memiliki prevalensi tertinggi pada responden (57,0%), mengindikasikan lebih dari separuh Gen Z dalam sampel mengalami gejala stres pascatrauma, dan gejala neurotik dilaporkan oleh 39,0% responden. Angka-angka ini menjelaskan mengapa banyak Gen Z mencari ketenangan dalam agama.

Data menunjukkan bahwa lebih dari 31 juta penduduk Indonesia berusia di atas 15 tahun mengalami gangguan mental, dengan 19 juta di antaranya mengalami gangguan emosional dan 12 juta menderita depresi. Ini adalah epidemi kesehatan mental yang mendorong pencarian makna hidup alternatif.

Di tengah kondisi mental yang rapuh, konten religius di TikTok dan Instagram menawarkan framework nilai yang jelas, komunitas yang supportif, dan sense of purpose yang sangat dibutuhkan Gen Z. Hijrah bukan hanya transformasi spiritual, tetapi juga strategi survival menghadapi tekanan hidup modern.

Influencer Hijrah Populer: Dari Oki Setiana Dewi hingga Clara Shinta

Tren Neo Hijrah Gen Z 2025: Dari Hedon ke Religius di Instagram & TikTok

Tren Neo Hijrah Gen Z 2025 Dari Hedon ke Religius Instagram TikTok diperkuat oleh influencer yang menjadi role model. Ustadzah Oki Setiana Dewi merupakan influencer hijrah populer di TikTok, populer berkat karya-karyanya dalam film dan series seperti Ketika Cinta Bertasbih. Oki tidak hanya aktif di dunia entertainment, tetapi menjalani hidupnya sebagai seorang ustadzah, ia kerap mengisi ceramah, melakukan podcast, hingga menjadi pengajar di sekolah islam.

Ria Ricis di platform video pendek TikTok, akun @riaricis sudah memiliki 12,2 juta pengikut. Kontennya beragam dari hiburan hingga konten religi. Ricis tentunya bisa menjadi pilihan influencer untuk Anda yang memiliki bisnis pakaian muslim, hijab, dan sebagainya, menunjukkan kekuatan ekonomi di balik influencer hijrah.

Influencer muallaf juga populer. Clara Shinta merupakan seorang muallaf alias baru mempelajari Islam, dan popularitas Clara sebagai influencer hijrah melambung tinggi sesuai dengan atensi dari warganet yang senang mengetahui dirinya muallaf. Saat ini, Clara Shinta sudah mempunyai 6,7 juta pengikut berkat kisah inspiratifnya itu, dan ia juga aktif tampil di berbagai podcast untuk bercerita dan selalu mendapatkan jutaan penonton.

Zira Shafa merupakan salah satu influencer hijrah populer di TikTok dengan 978 ribu followers. Kisahnya unik: perempuan islami ini sebelumnya pernah dipersunting oleh Almarhum Ameer Ad Dzikro, putra dari salah satu ulama besar di Indonesia, dan pasca ditinggalkan oleh sang suami karena sakit, Zira tidak putus asa dalam menjalani hidup.

Content creator niche juga muncul. Nama akun Menata Hidup harusnya sudah bukan hal baru lagi jika kamu berselancar di TikTok, influencer hijrah populer ini selalu hadir dengan pembahasan unik seputar fiqih wanita, Islam, hingga kisah-kisah inspiratif islami lainnya, dengan 112 ribu pengikut.

Bahkan ada halal influencer bernama Rika Ekawati yang menjadi tempat bagi para muslim yang ingin mendapatkan rekomendasi makanan halal, menunjukkan diversifikasi konten religius di luar kajian dan ceramah tradisional.

Industri Halal USD 2,4 Triliun: Gen Z Sebagai Engine Pertumbuhan

Tren Neo Hijrah Gen Z 2025 Dari Hedon ke Religius Instagram TikTok menciptakan dampak ekonomi masif. Menurut data dari State of the Global Islamic Report (SGIER) 2023/2024, jumlah konsumsi produk halal di dunia diperkirakan mencapai USD 2,4 triliun pada 2024, dengan Indonesia sebagai pemain kunci.

Pencapaian Indonesia sangat membanggakan: Pada Global Islamic Economy Indicator dalam State of the Global Islamic Report (SGIER) 2023/2024, Indonesia berhasil naik satu peringkat menjadi posisi ketiga, mengungguli Uni Emirat Arab dan Bahrain. Ini adalah lompatan besar untuk negara berkembang.

Di pasar domestik, proyeksi sangat optimis. Di pasar domestik umat muslim Indonesia mencatatkan pengeluaran sebesar USD 184 miliar pada 2020 dan diproyeksikan meningkat hingga 14,96% pada 2025, atau sebesar USD 281,6 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh purchasing power Gen Z yang mulai mandiri ekonomi.

Sektor spesifik tumbuh pesat: Pada triwulan pertama 2024, sektor unggulan halal value chain (HVC) mencatat pertumbuhan sebesar 1,94 persen year on year, dengan dua sektor utama yakni makanan dan minuman halal serta modest fashion yang mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi, masing-masing sebesar 5,87 persen dan 3,81 persen.

Demografi mendukung pertumbuhan ini. Menurut data statistik bonus demografi generasi millenial dan generasi-Z mencapai 47 persen dari jumlah penduduk Indonesia, menjadikan mereka target pasar sekaligus driver utama transformasi industri halal.

Proyeksi jangka panjang sangat menggiurkan: Konsumsi umat Muslim di enam sektor syariah mencapai USD 2,43 triliun pada 2023, dan diprediksi melonjak menjadi USD 3,36 triliun pada 2028. Ini adalah peluang ekonomi triliunan dolar yang sedang berkembang.

Pemerintah serius menggarap potensi ini. Pameran Halal Indo Expo 2024 menargetkan generasi muda agar lebih melek terhadap pentingnya sertifikasi halal pada produk industri, dengan strategi mengundang influencer Indonesia seperti Zaskia Mecca, Ricky Harun, dan Nadif Basalamah untuk menarik perhatian Gen Z.

Gap Awareness-Praktik: Tantangan Konsistensi Religiusitas Digital

Tren Neo Hijrah Gen Z 2025: Dari Hedon ke Religius di Instagram & TikTok

Tren Neo Hijrah Gen Z 2025 Dari Hedon ke Religius Instagram TikTok menghadapi tantangan serius terkait konsistensi. Studi akademik menunjukkan Gen Z di Indonesia tidak hanya menunjukkan peningkatan awareness terhadap produk halal, namun terdapat gap antara awareness dan praktik, terutama mengenai validitas sertifikasi halal dan penerapan nilai halal secara konsisten.

Permasalahannya kompleks: banyak produk hanya membawa label halal tanpa sertifikasi resmi, membuat sulit bagi konsumen muda untuk memastikan keaslian produk. Selain itu, promosi gaya hidup sekuler global dapat mengaburkan nilai halal dan menyebabkan praktik yang tidak konsisten.

Tantangan tidak hanya individual tetapi juga sistemik. Tantangan dalam industri halal tidak hanya berasal dari konsumen dan produsen tetapi juga dari isu sistemik dalam mengakses sertifikasi. Ini menunjukkan bahwa persoalan awareness vs praktik memerlukan solusi struktural, bukan hanya edukasi individual.

Fenomena “performative religion” menjadi concern nyata. TikTok kembali menjadi ruang utama bagi tren budaya populer di Indonesia pada 2024, dengan kisah Thoriq, mantan anak jalanan yang berhasil meraih gelar haji di usia muda, viral setelah dibagikan melalui serangkaian video. Sementara inspiratif, ada risiko agama menjadi konten viral daripada transformasi mendalam.

Konten religius di TikTok juga menghadapi dilema. Hashtag #hijrah masuk dalam daftar hashtag populer TikTok Indonesia, menunjukkan tingginya minat. Namun popularitas ini juga membawa risiko simplifikasi pesan keagamaan demi viralitas.

Critical Insight: Penelitian menunjukkan bahwa penguatan regulasi, edukasi konsumen, dan transparansi produsen adalah solusi strategis untuk meningkatkan penerapan gaya hidup halal yang konsisten di kalangan Gen Z. Literasi digital religius menjadi kunci mengatasi gap antara awareness dan praktik autentik.

TikTok Indonesia: 112,97 Juta Pengguna dan Arena Dakwah Digital

Tren Neo Hijrah Gen Z 2025 Dari Hedon ke Religius Instagram TikTok tidak terlepas dari dominasi TikTok sebagai platform. Pada April 2022, Indonesia menempati peringkat kedua setelah Amerika Serikat dengan jumlah pengguna bulanan sebanyak 112,97 juta, hanya terpaut 3,52 juta dari Amerika Serikat yang mencatatkan 116,49 juta pengguna.

Angka ini membuat Indonesia pasar TikTok terbesar kedua dunia, menciptakan ekosistem konten religius yang masif. Pada kuartal pertama tahun 2023, Tiktok berhasil mencapai lebih dari 1,67 miliar pengguna aktif bulanan, meningkat dari 1,6 miliar pada kuartal keempat tahun sebelumnya, menunjukkan pertumbuhan platform yang konsisten.

TikTok bukan sekadar platform hiburan. Kementerian Agama memproklamasikan moderasi beragama sebagai cara pandang kehidupan religius yang menghindari sikap ekstrim dalam beragama, dan fenomena tentang moderasi beragama menjadi bahan penyiaran lewat media sosial, salah satunya TikTok.

Aplikasi ini menjadi salah satu alat media sosial yang dimanfaatkan untuk penyiaran religius dengan jenis konten moderasi beragama. Ini menunjukkan TikTok tidak hanya digunakan untuk dakwah umum, tetapi juga untuk mempromosikan nilai-nilai toleransi dan moderasi beragama yang penting untuk kerukunan Indonesia.

Data juga menunjukkan Indonesia termasuk negara religius. Indonesia dengan persentase religiositas 98,7%, mencerminkan dominasi Islam sebagai agama mayoritas, menjadikan konten religius mendapat resonansi kuat di platform digital. Hampir semua responden asal Indonesia (96%) menyatakan bahwa mereka menaati ajaran agama yang dianut.

Konten yang populer sangat beragam. Akun seperti “@ilmuagama001” sering membagikan potongan ceramah dipadu dengan quotes islami yang mengutip dari sahabat Nabi, konten yang singkat namun inspiratif. Ada juga kreator seperti “@nuansakajian” sering mengunggah kajian singkat dari tokoh tokoh da’i kondang seperti Ustad Abdul Somad.

Proyeksi 2026: Matang atau Memudar?

Tren Neo Hijrah Gen Z 2025 Dari Hedon ke Religius Instagram TikTok akan mengalami titik kritis di 2026. Kemenperin menyiapkan roadmap pengembangan industri halal 2025–2029 yang menargetkan subsektor unggulan seperti makanan-minuman, tekstil, fashion, serta kosmetik dan farmasi, menunjukkan komitmen pemerintah jangka panjang.

Proyeksi ekonomi sangat positif. Konsumsi umat Muslim di enam sektor syariah mencapai USD 2,43 triliun pada 2023, dan diprediksi melonjak menjadi USD 3,36 triliun pada 2028. Ini memberikan fondasi ekonomi kuat untuk mempertahankan tren religiusitas.

Dari sisi platform, TikTok terus berinovasi. Kemungkinan besar akan ada fitur verifikasi creator religius dan partnership dengan lembaga keagamaan resmi seperti MUI, NU, dan Muhammadiyah untuk meningkatkan kualitas konten dan mengurangi misinformasi.

Namun tantangan tetap ada. Kecemasan ekonomi dan sosial yang sangat nyata, termasuk isu seperti tekanan akademik, kondisi ekonomi keluarga, hingga literasi finansial yang memengaruhi keseimbangan psikologis remaja, akan terus menjadi faktor pendorong atau penghambat tren hijrah.

Prediksi konservatif: tren akan mengalami maturasi dimana konten religius superfisial akan terfilter, menyisakan creator genuine yang memberikan dampak transformasi nyata. Gen Alpha (lahir 2010+) yang mulai aktif di media sosial kemungkinan akan membentuk consumption pattern berbeda, lebih kritis terhadap “influencer spirituality”.

Yang pasti, dengan 79,93 juta jiwa Gen Z atau 27,94% dari total penduduk, transformasi religiusitas generasi ini akan membentuk wajah Indonesia dekade mendatang. Data menunjukkan ini bukan tren sesaat, melainkan pergeseran nilai fundamental.

Baca Juga Makna Natal 2025 untuk Persatuan Umat Beragama Indonesia


Transformasi Spiritual Terukur di Era Digital

Tren Neo Hijrah Gen Z 2025 Dari Hedon ke Religius Instagram TikTok adalah fenomena dengan data konkret dan terverifikasi. 78% remaja Muslim usia 15–22 tahun mengakses media sosial untuk konten keagamaan setidaknya dua kali seminggu, dengan 45% menyatakan media sosial lebih mempengaruhi pandangan keagamaannya dibanding guru agama di sekolah.

Dampak ekonomi nyata: konsumsi produk halal dunia mencapai USD 2,4 triliun pada 2024, dengan Indonesia di posisi ketiga Global Islamic Economy Indicator. Namun tantangan mental health juga riil: 61% Gen Z alami mood swings dan 54% gangguan tidur.

Platform TikTok dengan 112,97 juta pengguna bulanan di Indonesia menjadi arena utama transformasi ini. Influencer seperti Clara Shinta dengan 6,7 juta followers dan Ria Ricis dengan 12,2 juta followers memimpin gerakan digital.

Yang jelas, dengan 79,93 juta jiwa Gen Z dan proyeksi industri halal USD 3,36 triliun pada 2028, transformasi religiusitas ini membawa dampak jangka panjang untuk Indonesia.

Pertanyaan untuk Anda: Dari 7 poin data faktual terverifikasi di atas, mana yang paling mengejutkan atau relevan dengan pengalaman Anda? Apakah data ini sesuai dengan observasi Anda tentang Gen Z di sekitar? Bagikan perspektif Anda di kolom komentar!


Search

Popular Posts

  • Moderasi Beragama di Platform Digital 2025: Panduan Lengkap untuk Gen Z
    Moderasi Beragama di Platform Digital 2025: Panduan Lengkap untuk Gen Z

    Moderasi beragama di platform digital bangun toleransi 2025 menjadi kunci penting dalam menjaga keharmonisan di tengah maraknya konten religius online. Berdasarkan Survei Indeks Moderasi Beragama (IMB) yang dilaksanakan Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama RI pada September 2025, Indonesia tengah memotret tingkat moderasi beragama di berbagai kota dan kabupaten untuk…

  • Tren Neo Hijrah Gen Z 2025: Dari Hedon ke Religius di Instagram & TikTok
    Tren Neo Hijrah Gen Z 2025: Dari Hedon ke Religius di Instagram & TikTok

    Tren Neo Hijrah Gen Z 2025 Dari Hedon ke Religius Instagram TikTok menjadi fenomena terukur di Indonesia. Indonesia pada April 2022 menempati peringkat kedua pengguna TikTok setelah Amerika Serikat dengan jumlah pengguna bulanan sebanyak 112,97 juta, menjadikan platform ini arena utama transformasi spiritual generasi muda. Data faktual menunjukkan perubahan signifikan: 78% remaja Muslim usia 15–22…

  • Makna Natal 2025 untuk Persatuan Umat Beragama Indonesia: Momen Emas Harmoni & Toleransi yang Menginspirasi
    Makna Natal 2025 untuk Persatuan Umat Beragama Indonesia: Momen Emas Harmoni & Toleransi yang Menginspirasi

    Kamu pernah nggak sih mikir, gimana rasanya merayakan Natal bareng temen-temen beda agama? Atau ngebayangin kalau Natal bisa jadi momen yang nyatuin kita semua sebagai bangsa Indonesia? Di tahun 2025 ini, Makna Natal 2025 untuk Persatuan Umat Beragama Indonesia bukan cuma jadi tema perayaan biasa—ini adalah gerakan nyata yang bisa kamu rasain langsung! Indeks Kerukunan…